Atas bahagia yang kamu dedikasikan padaku, aku tidak membalasnya, hanya melenggang kesana kemari, seperti terlihat bingung meresponnya. Namun kamu tidak berhenti memberi banyak pandangan terhadapku, tentang luka yang sebenarnya indah, tentang harapan yang sebenarnya pahit, dan lainnya seperti jumlah bintang di langit. Aku tidak tahu pasti, berapa harga dari semua tenaga, pikiran, dan waktu yang kamu berikan untuk kita. Yang aku tahu, aku tidak pernah bersyukur sebelumnya. Membalasmu dengan cambukan emosi, menyerap isi dompetmu, atau sekadar membuang beberapa menit waktu berhargamu ketika beradu argumen. Aku telat menyadari setelah kesalahan besarku kemarin, bahwa denganmu aku tenang, denganmu aku menjadi lebih terurus, denganmu.. aku bahagia, aku tidak terpikir apa kalimat rumit lain yang menggambarkan hal ini, namun singkatnya, aku bahagia, aku bersyukur, dan semoga aku tidak terlambat menyadari itu.
Terimakasih dan maaf untuk kekasihku, orang yang telah membuatku menyadari bahwa aku telat menyadari seharusnya aku bersyukur memilikimu, bangga memilikimu, dan akan selalu bahagia memilikimu. You and me against the world kata Mocca, kita bersama ya.
Untukmu kekasihku,
dariku pacarmu.

Komentar
Posting Komentar