Langsung ke konten utama

Nyenyamah Katresnan Amarga Nggawa Cidro

 

i'm feeling blue, that's why i put this picture

Oh wahai, sejauh ini kau telah memahami apa yang dimaksud cinta, apa yang bisa dirasakan olehnya, apa yang bisa disakiti olehnya, dan apa tanggung jawabnya terhadap dirimu. Pisahkan olehmu mengenai cinta dan nafsu, dan dua-duanya membawa duka! Oh betapa pilu!
Cinta bukanlah tentang memiliki, cinta bukanlah tentang melucuti, cinta bukanlah tentang rasa yang memuncak, rasa yang membuat jantung berdetak, apalagi tentang sedih yang mengiringi.
Cinta tak kenal tempat, ia menyerbu laksana embun pagi hari, tak peduli bagaimana kau menyikapi. Cinta tak kenal waktu seperti tempo pinjaman online-mu, ia menyergap bagai hukum rimba. Kau harus siap menerimanya.
Oh wahai, cinta juga membuatmu sakit, begitu sakit. Bukan tentang dirimu ataupun tentang masa lalu. Ia begitu sukar dipahami, kau harus menerimanya, cinta adalah hal yang alami mengikuti naluri, dan jangan kau mencampurnya dengan nafsu, karena itu merusak kalbu.
Ketika engkau merasa cinta, wahai, adalah antara bangga dan juga menahan dahaga. Bahagia bisa datang, kehancuran bisa datang, oh betapa gundah! Redam amarahmu ketika disakiti olehnya, ikhlas lah!
Ketahuilah, oh wahai. Jangan terlalu buta ketika ia melebur perasaanmu. Dirimu bukan Rabiah al-Adawiyah yang mampu menahannya, dirimu bukan yang telah dibutai oleh cinta. Oh lihatlah betapa banyak manusia rusak karenanya, lihatlah mereka tersentak!
Hell is other people, namun cinta juga bisa menjadi neraka. Jangan buta karena cinta adalah fana. Tidak ada cinta yang abadi, semuanya bisa menyakiti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelarian dari Kehidupan yang Melankolis, Makna Lagu Barasuara - Hitam dan Biru

Pada 21 Juni 2024, Barasuara telah merilis album ketiga mereka yang berjudul ‘Jalaran Sadrah' yang diambil dari bahasa jawa yang bermakna karena pasrah. Album ini memiliki jangka 4 tahun dari album sebelumnya yang bertajuk ‘Pikiran dan Perjalanan’. Lirik yang ditulis dalam lagu Hitam dan Biru merupakan hasil olah pikir Iga Massardi dan juga komposisi dari Puti Chitara, ditambah dengan sentuhan legenda musik Indonesia yakni Erwin Gutawa serta dilanjutkan oleh Czech Symphony Orchestra kian membuat kesan yang mewah dan mendalam.  Hitam dan biru membawa suasana kelam dalam kehidupan, pelarian seseorang dari banyak masalah dan rintangan. Lagu ini mengingatkan kita bahwa sejauh apapun kita lari dari kehidupan, pastinya akan terkejar. Kita adalah manusia yang entah benar atau salah, lawan segala masalahmu, jangan lari. Hitam dan Biru – Barasuara Di batas petang aku akan datang Bawa berita kurang menyenangkan Tentang hidupku, tentang hidupmu Yang penuh pertanyaan, penuh penyangkalan Mengap...

Varemara

(ilustrasi pulau menggunakan bantuan ai) Penghuni pulau ini tidak makmur, tidak kaya, tidak pintar, sedikit bahagia, kurang lebih seperti itu jawaban dari kuli angkut di dermaga. Padahal, pikirku pulau ini begitu makmur dengan hutan bakau di sekitar pantai, pasir putih mengelilingi pulau, hingga terumbu karang yang kaya akan kehidupan. Pulau Varemara namanya, ujar kuli angkut sambil menurunkan barangku di hostel. “Nama yang bagus! Bukankah begitu?”—respon ku spontan. “Segala hal terlihat indah nak. Tak segala yang indah dan sedap dipandang selalu baik, ingatlah itu. Oh, kalau butuh bantuan, hubungi diriku ya”, ia pergi setelah menerima upahnya. Aku iri pada Varemara mulai awal langkahku memasuki Varemara, penerima turis disini begitu ramah, aksen bahasa yang halus, serta tidak sedikitpun ada pungutan liar, duhai tenangnya. Harapku nyaman tinggal disini hingga kematian nanti, pikirku dalam hati. Hostel tempatku tinggal begitu sederhana, perpaduan antara semen dan kayu jati membuatnya el...

Sosok Tunggu Kiris di Kosan

Setelah Nongkrong, di kosan sugiono Malam sudah lewat jam sebelas waktu aku akhirnya cabut dari warung kopi. Sisa-sisa obrolan ngalor-ngidul sama anak-anak kampus masih nempel di kepala. Sebelum balik ke kamar, aku mampir dulu ke kosan Sugiono, niatnya cuma mau balikin jaket yang kemarin aku pinjam. Kosan Sugiono ini ada di ujung gang buntu, bangunan tua yang kayaknya udah menyerah sama zaman. Di bawah cahaya remang dari satu-satunya lampu jalan yang masih hidup, tempat itu kelihatan lebih... aneh dari biasanya. Koridornya sempit, temboknya lembap dan penuh bercak jamur. Beberapa genteng kelihatan sudah melorot, bikin langit malam jadi hiasan atap yang bolong. Sandal jepit dan sepatu butut berserakan asal-asalan di depan pintu-pintu kamar yang tertutup rapat. Di sudut, genangan air sisa hujan tadi sore memantulkan cahaya bulan, diam tak beriak. Suasananya hening banget. aku ketuk pintu kamar Sugiono, kayu tripleknya terasa tipis di tangan. "Woy, Gi!" Nggak ada jawaban. Tapi d...